Step-by-Step: Cara Periksa ke Psikiater (Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa) Menggunakan BPJS Kesehatan, Tanpa Perlu Membayar Mahal

7:23 PM


Masalah mengenai mental health atau kesehatan mental di Indonesia memang masih tergolong sangat kurang diperhatikan oleh masyarakat, sehingga sering kali banyak orang dengan mental illness atau gangguan jiwa (biasa disebut ODGJ atau Orang Dengan Gangguan Jiwa menurut UU No. 18 Tahun 2014 Kesehatan Jiwa) masih kesusahan untuk mencari bantuan karena minimnya informasi karena jarang dibicarakan atau bahkan masih dianggap tabu.

Padahal, asuransi kesehatan resmi dari negara kita, yaitu BPJS Kesehatan sendiri sudah meng-cover berbagai mental illness sesuai daftar yang ada di ICD-10, tidak terkecuali depresi, skizofrenia, gejala panik, dan lain sebagainya.

Namun sayang sekali banyak sekali teman-teman dan orang-orang di sekitar saya yang masih bertanya-tanya bagaimana cara menggunakan BPJS Kesehatan untuk periksa ke dokter mengenai mental illness yang dialaminya.

Sehingga, hal itu membuat saya ingin sharing dan "buka-bukaan" mengenai pengalaman saya menggunakan BPJS Kesehatan untuk periksa ke Psikiater atau Dokter Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa).

Bukan ke Psikolog, karena saya memang merasa membutuhkan obat untuk melawan penyakit saya. Lagi pula, ada beberapa Faskes Tingkat I yang sudah memiliki Poli Psikologi di dalamnya, sehingga saya merasa lebih perlu untuk membahas tata cara menuju ke Psikiater karena Psikiater lah yang memiliki hak untuk memberikan Anda resep obat.

Dan harus diakui, setelah saya minum obat-obatan yang diresepkan pada saya tiap bulannya, saya merasa bahwa kondisi mental saya jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya. Karena itulah saya ingin Anda yang memiliki nasib yang sama dengan saya agar bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari tulisan ini demi mendapatkan bantuan dan pelayanan kesehatan yang semestinya.

Langkah pertama yang harus dilakukan tentunya...

Pastikan Anda Telah Terdaftar sebagai Anggota BPJS Kesehatan dan Tidak Ada Iuran yang Menunggak

Bila kita ingin mendapatkan manfaat dari BPJS Kesehatan, sudah pasti kita harus sudah terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan. Pastikan juga tidak ada iuran yang menunggak agar pelayanan yang akan Anda dapatkan lebih lancar dan bebas hambatan.

Dengan premi bulanan yang sangat murah dibandingkan asuransi swasta, sudah seharusnya kita rutin membayar iuran bulanan BPJS Kesehatan, apalagi manfaat yang bisa kita terima sangatlah besar.

Apalagi bila kita membandingkannya dengan biaya konsultasi ke Psikiater dan obat-obatannya, tentu jauuuh lebih murah bila kita membayar iuran BPJS Kesehatan saja. Secara pribadi, premi bulanan saya hanya 80 ribu, lho. Padahal bila dihitung, pengeluaran bulanan saya untuk obat-obatan saya (bila saya membayar sendiri) bisa mencapai 600 ribu setiap bulannya. Sangat jauh perbandingannya, bukan?

Maka dari itu, yuk selalu bayar iuran BPJS Kesehatan tepat waktu setiap bulannya! Jangan sampai menunggak, ya. Baik dalam keadaan sehat maupun sakit, kita harus tetap membayar iurannya. Karena dengan itu, kita juga turut membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa beban biaya yang terlalu berat.

Cari Tahu Informasi tentang Rumah Sakit dengan Poli Jiwa/Psikiatri yang Menerima Pasien BPJS Kesehatan

Setelah memeriksakan diri Anda ke Psikiater secara mandiri dan setelah mendapatkan diagnosa awal penyakit Anda, saatnya Anda mencari tahu informasi tentang rumah sakit dengan Poli Jiwa/Psikiatri yang menerima pasien BPJS Kesehatan.

Anda bisa mencari di Google rumah sakit mana saja di sekitar Anda yang memiliki Poli Jiwa/Psikiatri dan menerima pasien BPJS Kesehatan. Atau Anda bisa bertanya-tanya ke teman atau kolega dan mencari referensi rumah sakit dengan Poli Psikiatri yang recommended. Di Surabaya misalnya, Anda bisa datang ke RS Universitas Airlangga yang bertempat di Kampus C Mulyorejo.

Periksakan Diri ke Psikiater Secara Mandiri (dengan Biaya Sendiri) untuk Mendapatkan Surat Diagnosa Awal

Untuk memiliki "kualifikasi" supaya bisa mendapatkan surat rujukan dari Faskes Tingkat I, Anda harus sudah memiliki surat diagnosa awal dari Psikiater yang secara eksplisit menyatakan apa diagnosa dari penyakit Anda.

Supaya bisa mendapat surat tersebut, Anda harus visite ke Psikiater secara mandiri—dengan biaya sendiri tentunya. Tidak apa-apa Anda keluar uang (yang memang relatif mahal) untuk ke Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa demi mendapatkan "surat sakti" yang bisa digunakan untuk mendapatkan surat rujukan dari Faskes Tingkat I.

Oleh karena itu, di akhir sesi jangan sampai lupa untuk meminta dokter membuatkan surat diagnosa awal yang secara gamblang menuliskan bahwa Anda (nama, usia, alamat, dan identitas lainnya) didiagnosa dengan penyakit X (misalnya, bipolar affective disorder).

Jangan lupa pula untuk meminta dokter Anda menandatangani dan memberi stempel instansi di surat tersebut untuk menjamin autentisitasnya.

Dokumen yang Harus Dibawa untuk Mendapatkan Surat Rujukan dari Faskes Tingkat I yang Tertera di Kartu BPJS Kesehatan

Setelah mencari tahu informasi tentang rumah sakit dengan Poli Jiwa/Psikiatri yang menerima pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan, saatnya datang ke Faskes Tingkat I yang tertera di kartu BPJS Kesehatan Anda untuk mendapatkan surat rujukan.

Sebelum itu, Anda harus memperhatikan syarat-syarat untuk mendapatkan surat rujukan tersebut, salah satunya adalah dokumen-dokumen yang harus dibawa agar Anda tidak bolak-balik karena kekurangan berkas.

Cara mendapatkan surat rujukan BPJS Kesehatan dari Faskes Tingkat I adalah membawa dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Surat dari Psikiater yang secara eksplisit dan jelas memuat diagnosa awal Anda, bahwa Anda memiliki penyakit yang harus diobati dengan cara dirujuk ke rumah sakit dengan Poli Jiwa/Psikiatri (misalnya: Panic Disorder, Bipolar Affective Disorder, Major Depression Disorder, dll). Hal ini penting diperhatikan, karena tanpa surat tertera diagnosa awal penyakit Anda, bisa jadi Anda tidak mendapatkan surat rujukan atau ditolak oleh petugas Faskes Tingkat I Anda.
  2. Kartu BPJS Kesehatan asli
  3. Fotokopi Kartu BPJS
  4. Fotokopi KTP
Pastikan Anda membawa semua berkas di atas, periksa lagi dan cek dengan teliti agar proses Anda mendapatkan surat rujukan dari Faskes Tingkat I tidak terhambat.

Datang ke Faskes Tingkat I yang Tertera di Kartu BPJS Kesehatan untuk Meminta Surat Rujukan ke Rumah Sakit dengan Poli Jiwa/Psikiatri

Setelah menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, Anda cukup datang ke Faskes Tingkat I yang Tertera di kartu BPJS Kesehatan Anda dan bilang kepada petugas bahwa Anda ingin meminta surat rujukan ke rumah sakit dengan Poli Jiwa/Psikiatri.

Anda akan lebih mudah mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit yang Anda inginkan (mengingat tidak semua Faskes Tingkat I memperbolehkan Anda memilih rumah sakit rujukan) bila Anda mendapatkan surat diagnosa awal Anda dari rumah sakit dengan Poli Jiwa/Psikiatri yang memang menerima pasien BPJS.

Dengan begitu, Anda bisa bilang ke dokter di Faskes Tingkat I yang memberi surat rujukan bahwa alasan Anda memilih rumah sakit tersebut yakni Anda sudah pernah periksa di dokter di rumah sakit yang bersangkutan.

Ikuti Alur Pendaftaran maupun Alur Periksa sebagai Pasien BPJS, baik Poli Jalan maupun Poli Inap, sesuai Aturan dan Ketentuan Masing-Masing Rumah Sakit

Mulai dari berbagai dokumen apa saja yang harus dibawa hingga alur pasien, semua tergantung peraturan dan kebijakan masing-masing rumah sakit. Oleh karena itu, cermati terlebih dahulu informasinya sebelum berkunjung (biasanya bisa di-search di Google). Jangan lupa juga untuk selalu membawa surat rujukan dari Faskes Tingkat I.

Oh ya, biasanya surat rujukan dari Faskes Tingkat I bisa digunakan sebanyak 3x karena mental illness merupakan penyakit kronis yang memang membutuhkan kontrol ke dokter secara terus-menerus.

Sekian tips dari saya mengenai cara periksa ke Psikiater menggunakan BPJS Kesehatan secara gratis. Semoga membantu, dan semoga cepat sembuh!

You Might Also Like

0 comments

Featured Post

Kampanye CELUP: Demi Berantas Asusila, Rela Terobos Hukum Positif dan Etika

Baru-baru ini, penulis dikejutkan oleh sebuah foto yang disebarkan oleh Official Account (OA) di media sosial LINE bernama ‘Sacriledgy’...