Be Together, Not the Same

7:11 PM

Prince Mohammed bin Abdulaziz International Airport

Familiar dengan judul tulisan ini? Memang itu adalah slogan dari sistem operasi piranti keras pintar paling terkemuka di dunia buatan Google, Android.

Mumpung suasana Ramadhan sedang kuat2nya, aku pengen sharing soal pengalamanku "umrah" di Arab Saudi.

Di tanah haram, which is Makkah dan Madinah, ada dua destinasi utama di masing2 tempat: Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Di situ, ribuan bahkan puluhan ribu umat Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul untuk beribadah.

Arab, Turki, Pakistan, India, Malaysia, Indonesia, Jerman, Inggris, dan masih banyak lagi.

Saat aku ke suatu tempat baru, yang suka kulakukan adalah mengamati sekeliling, tak terkecuali di dalam Masjid tersebut. Banyak hal baru yang aku temui — salah satunya adalah banyaknya ragam cara ibadah Muslim di sana.

Ada yang shalat mengenakan mukenah, ada yang hanya menggunakan baju mereka sehari-hari. Ada juga lho Muslim dari India yang sekedar mengenakan selendang tipis dan memakai Saree dengan tangan, dada, perut, dan kaki terbuka. Gaada tuh yang pointing out soal aurat ke mereka.

Ketika takbir, ada yang telapak tangannya menghadap ke depan,
Ada yang menghadap belakang,
Ada yang menghadap samping.

Ketika berdiri, ada yang tangannya seperti bersedekap biasa,
Ada yang tangannya seperti memeluk diri sendiri,
Ada yang tangannya dibiarkan jatuh di samping tubuh.

Ketika ruku', ada yang tangannya masih bersedekap,
Ada yang tangannya memegang lutut,
Ada yang tangannya memegang paha,
Ada yang tangannya masih terus dibiarkan jatuh di samping tubuh.

Ada yang hanya bungkuk sedikit,
Ada yang bungkuk 90 derajat sempurna,
Ada yang bungkuk hingga kepala hampir menyentuh lantai.

Ketika sujud, ketika duduk di antara dua sujud, ketika takhiyat awal dan akhir. Semuanya berbeda, semuanya tak sama.

Tapi satu yang sama:
Mereka tetap memuja dan memuji Tuhan mereka, meski dengan cara mereka masing-masing.

Tidak ada yang saling menyalahkan, tidak ada yang saling mengkafirkan, tidak ada yang saling melabeli masing-masing dengan predikat "sesat". Yang ada hanyalah satu: Islam.

Kalian Islam, mereka pun Islam.

Mengapa takut akan suatu perbedaan? Mengapa harus menganggap semua hal yang berbeda sebagai suatu ancaman atau kesesatan?

Jadilah Islam dengan cara kalian masing-masing, tidak ada yang lebih baik maupun yang lebih buruk.

Be together, not the same.

You Might Also Like

0 comments

Featured Post

Disney Princess Syndrome yang telah Membudaya dalam Konsep Pernikahan

Bila berbicara mengenai konsep pernikahan yang dalam beberapa kasus dianggap sebagai sebuah jalan keluar bagi pihak perempuan (McLaugh...